Sebagai jenis peralatan pertanian baru dengan efisiensi tinggi, hemat energi, perlindungan lingkungan, dan kecerdasan, drone pertanian disukai oleh pemerintah, perusahaan, dan petani, dan skenario penerapannya semakin meluas, memberikan dukungan kuat bagi inovasi produksi pertanian global.

Drone pertanian pada dasarnya dibagi menjadi dua kategori: drone perlindungan tanaman dan drone penginderaan jauh. Drone perlindungan tanaman terutama digunakan untuk menyemprotkan bahan kimia, benih, dan pupuk, sedangkan drone penginderaan jauh terutama digunakan untuk memperoleh gambar dan data lahan pertanian dengan resolusi tinggi. Sesuai dengan karakteristik pertanian dan kebutuhan di berbagai wilayah, drone pertanian menghadirkan beragam skenario penerapan di seluruh dunia.
Di Asia, padi merupakan tanaman pangan utama, dan medan sawah yang rumit membuat pengoperasian manual dan mekanis tanah secara tradisional sulit dilakukan. Dan drone pertanian dapat melakukan operasi penyemaian dan pestisida di sawah, sehingga meningkatkan efisiensi dan kualitas operasi. Misalnya, di Asia Tenggara, kami menyediakan berbagai solusi untuk budidaya padi lokal, termasuk penyemaian padi langsung, penyemprotan perlindungan tanaman, dan pemantauan penginderaan jarak jauh.

Di kawasan Eropa, anggur adalah salah satu tanaman komersial yang penting, namun karena medan yang terjal, lahan yang kecil, dan populasi yang padat, metode penyemprotan tradisional memiliki masalah seperti efisiensi yang rendah, biaya yang tinggi, dan polusi yang tinggi. Namun, drone pertanian dapat menyemprot secara akurat ke kebun anggur, mengurangi aliran dan limbah serta melindungi lingkungan dan kesehatan. Misalnya, di kota Harau di Swiss utara, petani anggur lokal menggunakan drone untuk operasi penyemprotan kebun anggur, sehingga menghemat 80% waktu dan 50% bahan kimia.
Di wilayah Afrika, ketahanan pangan merupakan isu penting, dan metode produksi pertanian tradisional mengalami keterbelakangan teknologi, kurangnya informasi, dan pemborosan sumber daya. Drone pertanian dapat memperoleh informasi dan data lahan pertanian secara real-time melalui teknologi penginderaan jarak jauh, dan memberikan panduan penanaman dan saran pengelolaan ilmiah kepada petani. Misalnya, di Negara Bagian Oromia di Ethiopia bagian selatan, Yayasan OPEC telah mendukung proyek yang menggunakan drone penginderaan jarak jauh untuk memberikan data kepada petani gandum lokal mengenai kelembaban tanah, distribusi hama dan penyakit, prakiraan panen dan data lainnya, dan mengirimkan mereka saran yang disesuaikan melalui sebuah aplikasi seluler.
Para ahli percaya bahwa dengan inovasi berkelanjutan dan pengurangan biaya teknologi drone, drone pertanian akan digunakan secara luas di lebih banyak negara dan wilayah, memberikan lebih banyak kemudahan dan manfaat bagi produksi pertanian global dan memberikan dukungan kuat untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Waktu posting: 29 Juni 2023